KONSEP DIRI
Siapa saya? Siapa kita? Siapa kita saat berada bersama teman atau saat berada bersama dosen atau berada bersama keluarga atau siapa kita saat di tempat kita masing-masing? Setiap pertanyaan tadi memiliki jawaban yang berbeda-beda. Setiap jawaban, pun, tidak ada yang salah. Kita bisa menyebutkan jawaban dari pertanyaan "Siapa saya?" beberapa di antaranya adalah, "Saya adalah seorang mahasiswa", "Saya adalah seorang yang sedang menuntut ilmu" atau, "Saya adalah seorang anak". Pertanyaan-pertanyaan tersebut memberi tahu tentang identitas kita. Bahwa kita adalah seorang anak, kita adalah seorang mahasiswa, dan sebagainya.
Identitas-identitas yang kita sandang akan menuntut tanggung jawab. Misalkan, kita adalah seorang hamba Tuhan, sebagai seorang hamba Tuhan kita harus patuh dan beriman dengan Tuhan YME, menjalankan ibadah sesuai kepercayaan kita masing-masing. Contoh yang lain kita di masyarakat memiliki tanggung jawab agar bermanfaat untuk sesama dan kita sebagai diri kita sendiri memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan diri kita masing-masing. Semua adalah tentang kebermanfaatan.
Bagaimana dengan pertanyaan "Apa yang bisa kamu lakukan untuk Indonesia?" jawaban yang baik adalah jawaban yang didasari dengan langkah nyata. Kita bisa menyebutkan akan mengurangi kemiskinan di Indonesia. Namun jawaban tersebut masih konseptual. Kita adalah generasi pelopor perubahan bangsa, kita harus memiliki langkah-langkah nyata yang harus kita lakuakan bukan hanya langkah konseptual. Misalkan saja, kita akan mengurangi kemiskinan di Indonesia dengan cara menumbuhkan jiwa wirausaha rakyat-rakyat kecil untuk membuka usaha, langkah kecilnya di lingkungan sekitar kita sendiri. Mengajari tetangga-tetangga yang masih menganggur dengan membuat karya-karya yang layak dipasarkan atau mengajari menggunakan online shop.
Oleh karena itu, mari kita menjadi mahasiswa yang tidak lupa akan tanggung jawab identitas-identitas kita terutama identitas kita sebagai mahasiswa yang harus memiliki rencana-rencana dengan langkah yang nyata, bukan hanya konseptual apalagi hanya pencitraan belaka. Untuk menjadi pribadi yang kuat, milikilah mental siap dikritik, karena mental siap dikritik adalah mental terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar